Uncovering the Human and Divine Aspect of Ridha in the Qur’an through the Lens of Tafsir Tahrir wa Tanwir

Yükleniyor...
Küçük Resim

Tarih

Dergi Başlığı

Dergi ISSN

Cilt Başlığı

Yayıncı

State Islamic University Sunan Kalijaga Faculty of Ushuluddin and Islamic Thought

Erişim Hakkı

info:eu-repo/semantics/openAccess

Araştırma projeleri

Organizasyon Birimleri

Dergi sayısı

Özet

This article explores the concept of Ridha in the Qur’an, focusing on its background and purpose. The concept of Ridha is inseparable from the ongoing debate between Sunnis and Shiites, who have differing interpretations of the concept in order to legitimize their respective ideologies. The study employs a thematic method, analysing the views of Ibn Asyur in the tafsir Tahrir wa Tanwir, which relates to the concept of Ridha. The results reveal that Ibn Asyur divided the concept into two: Ridha among fellow humans and Ridha from God to His creations. The Qur’an, being a holy text that guides mankind, delves into the topic of Ridha and presents it in two aspects: Ridha Allah and Ridha man. Although these two aspects appear together in the same verse, the Qur’an also emphasizes the inequality of God with His being (tanzih), making both types of Ridha part of the mutasyabihat concept. To fully understand the meaning, it is necessary to differentiate between Ridha Allah and Ridha Human. Through his book, Tahrir wa Tanwir, Ibn Asyur aims to provide a comprehensive understanding of Ridha from both the human aspect and as the nature of Allah SWT

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan konsep Ridha dalam Al-Qur’an, sebuah konsep yang memiliki latar belakang dan tujuan tertentu. Dalam hal ini, konsep Ridha dalam Al-Qur’an tidak dapat dipisahkan dari perdebatan antara dua kelompok besar dalam Islam, yaitu Sunni dan Syiah. Kedua kelompok ini memiliki pandangan yang berbeda dalam mengartikan konsep Ridha, dengan tujuan untuk memvalidasi ideologi masing-masing. Hal ini terkait dengan fakta bahwa konsep Ridha dapat mengakomodasi ideologi kedua kelompok tersebut. Penelitian ini menggunakan metode tematik dengan mengumpulkan pandangan Ibn Asyur dalam kitab tafsir Tahrir wa Tanwir yang berkaitan dengan konsep Ridha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn Asyur membagi konsep Ridha menjadi dua, yaitu Ridha antar sesama manusia dan Ridha Tuhan kepada makhluk-Nya. Al-Qur’an sebagai kitab suci yang memberikan petunjuk bagi umat manusia, tentunya tidak luput membahas tentang Ridha. Dalam Al-Qur’an, Ridha dipaparkan dengan dua aspek, yaitu Ridha Allah dan Ridha manusia. Kedua aspek ini selalu muncul bersama dalam ayat yang sama, namun banyak ayat Al-Qur’an yang menegaskan ketidaksamaan Tuhan dengan makhluk-Nya (tanzih), sehingga kedua jenis Ridha termasuk konsep yang mutasyabihat. Untuk mengungkapkan makna yang sebenarnya, diperlukan pemahaman yang menunjukkan bahwa Ridha Allah dan Ridha manusia tidak sama. Melalui kitabnya, Tahrir wa Tanwir, Ibn Asyur berusaha memberikan gambaran yang utuh tentang bagaimana Ridha dipahami dari aspek manusia dan sebagai sifat Allah SWT.

Açıklama

Anahtar Kelimeler

Mutasyabihat, Ridha Allah, Ridha Manusia, Ibn Asyur, Qorinah

Kaynak

Jurnal Studi Ilmu-ilmu al-Qur'an dan Hadis

WoS Q Değeri

Scopus Q Değeri

Cilt

24

Sayı

1

Künye

Yudha, M. A. (2023). Uncovering the Human and Divine Aspect of Ridha in the Qur'an through the Lens of Tafsir Tahrir wa Tanwir. Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis, 24(1), 119-136.

Onay

İnceleme

Ekleyen

Referans Veren